Alfin's world

Alfin's world

Selasa, 18 September 2012

IPS SMP Kelas 8 Bab 4 Proses Perkembangan Kolonialisme Dan Imperialisme Barat



A. Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia sampai terbentuknya kekuasaan kolonial

Bangsa Barat datang ke Indonesia karena Indonesia memiliki keanekaragaman kekayaan alam. Bangsa Barat mencari rempah rempah ke Indonesia.

1.Proses Kedatangan Bangsa Barat
Bangsa barat yang pertama kali tiba di Indonesia adalah bangsa Portugis. Setelah itu disusul oleh Spanyol, Inggris, dan Belanda



1.1 Portugis
Pada tahun 1511 Portugis dibawah kepemimpinan Alfonso d'Albuquerque berhasil menguasai Malaka. Setelah ditaklukan Portugis, pusat pusat perdagangan baru bermunculan seperti Aceh dan Banten. Pada tahun 1512 Alfonso mengirim ekspedisi ke Maluku, Kep. Aru, Banda, dan Ambon. Pada tahun 1522 dibawah pimpinan Antonio de Britto mendirikan benteng Saint John di Maluku.

1.2 Spanyol
Setelah Magelhaens terbunuh di Filiphina. pelayaran Spanyol dilanjutkan oleh Del Cano. Del Cano tiba di Maluku pada tahun 1521. Spanyol memusatkan kedudukannya di Tidore. Kedatangan Spanyol ditentang oleh pihak Portugis karena Spanyol dianggap melanggar perjanjian Todesillas. Karena menurut Portugis, Maluku berada di garis timur Todesillas yang menjadi wilayah Portugis.

1.3 Belanda
Belanda merupakan negara terlama yang menguasai Indonesia. Awal kedatangan mereka adalah untuk mencari rempah-rempah.

1.4 Inggris 
Pada tahun 1580 terjadi permusuhan antara Portugis-Spanyol dengan Belanda-Inggris. Pada tahun 1600 para pelaut dagang Inggris tiba di India dan mendirikan persekutuan dagang yang disebut dengan East Indische Compagnie ( EIC )

Tujuan Bangsa barat ke Indonesia
a. Gospel, untuk menjalankan tugas suci, yaitu menyebarkan agama kristen
b. Gold, Mencari kekayaan
c. Glory, mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan.

2. Awal Perkembangan Pengaruh Barat dan Terbentuknya Kekuasaan Kolonial

2.1 Portugis
Portugis menggunakan cara licik untuk mencapai tujuannya. Contohnya Portugis menandai setiap tempat tempat yang disinggahi dengan Batu Padrao. untuk mengakui tempat itu sebagai wilayah kekuasaan Portugis, Portugis juga memonopoli perdagangan di Maluku

2.2 Spanyol
Kedatanggan Spanyol di Maluku merupakan kesempatan mereka untuk mengadu domba kerajaan Ternate dan Tidore. Portugis mendukung Ternate dan Spanyol mendukung Tidore.

2.3 Belanda
Pada tanggal 20 Maret 1602, Belanda mendirikan organisasi yang disebut dengan VOC ( Vereenigde Oost Indische Compagnie ) Pimpinan VOC terdiri atas 17 orang sehingga disebut dengan Heren Zeventien

Tujuan VOC adalah :
a. Menghindari persaingan yang tidak sehat diantara sesama pedagang Belanda
b. Memperkuat kedudukan Belanda dalam menghadapi persaingan perdagangan barat
c. Membantu pemerintah Belanda menghadapi Spanyol

 Hak kekuasaan VOC yaitu :
a. Memonopoli perdagangan
b. Mengadakan perjanjian dengan raja setempat
c. Membentuk angkatan perang sendiri
d. Membuat mata uang sendiri
e. Mengangkat pegawai yang dibutuhkan
f. Berhak mengumumkan perang

Tindakan VOC :
Pieter Both ( 1610-1614 ) diangkat sebagai gubernur jendral pertama VOC. Ia berkuasa di Jayakarta. Saat itu Jayakarta di perintah oleh seorang adipati, Pangeran WIjayakrama. Awalnya hubungan VOC dengan kerajaan kerajaan di Indonesia berjalan baik. Namun semua memburuk ketika masa pemerintahan J.P Coen ( Jan Pieterzoon Coen ). Pada tahun 1619 Jayakarta jatuh ke tangan VOC. Tepatnya tanggal 30 mei 1619 Jayakarta berubah nama menjadi Batavia. Nama Batavia digunakan untuk mengabdikan nama nenek moyang bangsa Belanda, yaitu bangsa Bataaf.
 
( Jan Pieterzoon Coen )


VOC juga membangun beberapa benteng yaitu :
a. Benteng Victoria di Ambon
b. Benteng Duurstede di Saparua
c. Benteng Rotterdam di Makassar  
d. Benteng Orange di Ternate
e. Benteng Nassau di Banda

 Untuk mengawasi pelaksanaan monopoli di Maluku VOC mengadakan kegiatan Pelayaran Hongi  . VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799. karena banyak pejabat yang korupsi dan utang VOC semakin besar karena biaya perang 

B. Perkembangan Kebijakan dan Tindakann Pemerintah Kolonial

1. Kerja Rodi Masa Pemerintahan Daendels
pada tahun 1808 Louis Napoleon mengirim Marsekal Herman Williem Daendels untuk menjadi gubernur jendral di Indonesia. Tugas Daendels yaitu :
a. Memperkuat pertahanan Jawa dari serangan Inggris
b. Mengumpulkan dana sebanyak banyaknya untuk biaya perang melawan Inggris
c. Memperbaiki kondisi keuangan pemerintah karena kas yang kosong

Kebijakan Deandels yang paling banyak memakan korban adalah Jalan Raya Anyer sampai Panarukan. Pada masa itu Deansels dipanggil dengan nama Tuan Guntur karena bersifat kaku dan kejam. Cara lainnya yaitu Deandels mencetak uang kertas dalam jumlah besar dan menyita uang di bank dan pegadaian serta menjual tanah pada pihak swasta
( Herman Williem Daendels )

2. Sistem sewa tanah pada masa Raffles
Pengganti Deandels adalah Yanssens. Namun pada tahun 1811 Batavia berhasil direbut oleh Inggris. Yanssens menyerah dengan ditandatanganinya Kapitulasi Tuntang / Perjanjian Tuntang. Untuk mengatur pemerintahannya. Lord Minto mengangkat Thomas Stamford Raffles

3. Sistem sewa tanah pada masa Pemerintahan Van Den Bosch
Pada masa pemerintahannya, ia menerapkan sistem culturstelsel pada tahun 1830. Dalam pelaksanaannya sistem tanam paksa banyak terjadi penyelewengan  contohnya : Petani masih harus membayar pajak, tanah yang digunakan untuk sistem tanam paksa adalah tanah yang subur, waktu petani banyak tersita karena sistem tanam paksa sehingga waktu bertani terbengkalai.

Namun ada sisi positif dari sistem tanam paksa yaitu :
a. Masyarakat mengenal jenis tanaman baru seperti indigo dan kopi
b. Dikembangkannya saluran irigasi
c.  Daerah mengalami peningkatan produksi padi
 
  ( Van Den Bosch )
4. Sistem Liberal dan Penanaman modal swasta 
pemerintah belanda berdebat karena masalah sistem tanam paksa. Ada yang mendukung dan ada yang menolak. yang mendukung yaitu para pejabat, pegawai pemerintah, dan perusahaan yang diuntungkan. sedangkan yang menolak yaitu : tokoh yang benar benar kasihan terhadap Indonesia seperti tokoh agama dan filsuf dan kelompok menengah seperti pengusaha swasta dan kaum liberal.
Dukungan penghapusan sistem tanam paksa semakin kuat setelah pada tahun 1860 di Belanda terbit 2 buka yaitu :
a. Max Havelaar yang ditulis oleh Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli
b. Suiker Contracten yang ditulis oleh Frans van de Pute

Akhirnya pada tahun 1860 sistem tanam paksa lada dihapuskan, tanaman teh dan nila pada tahun 1865. Dan pada tahun 1870 semua tanaman kecuali kopi di Priangan ( Priangerstelsel ) telah bebas dari sistem tanam paksa. Dengan demikian para pengusaha mulai menanamkan modalnya. Dengan begitu bermunculanlah UU yang mengatur tentangpenggunaan tanah contohnya :
a. Undang Undang Agraria tahun 1870
undang undang ini menetapkan bahwa perusahaan perkebunan dapat menyewa tanah di Indonesia selama 75 tahun, dan penduduk dilarang menjual tanah kepada orang asing
 b.Undang undang Gula tahun 1870 
undang undang ini menetapkan bahwa perusahaan gula milik pemerintah akan ditutup dan diganti oleh perusahaan swasta

C. Munculnya Berbagai Perlawanan

1. Perlawanan terhadap Portugis

 1.1 Malaka dan Demak angkat senjata
pada tahun 1512 timbul perlawanan di Malaka. Perlawanan dipimpin oleh Pate Kadir. lalu Demak pun menyerang Portugis dibawah kepemimpinan Pati Unus ( Pengeran Sabrang Lor )

1.2 Perlawanan rakyat Aceh
Aceh dan Demak pada tahun 1513 melancarkan serangan ke Malaka. Untuk menghadapi Portugis langkah langkah yang diambil oleh Aceh antara lain:
a. Kapal Aceh yang berlayar ke Timur Tengah dilengkapi dengan Meriam dan sejumlah prajurit 
b. Aceh meminta bantuan persenjataan, militer, dan Ahli perang dari Turki dipenuhi pada tahun 1567.
c. Aceh juga mendatangkan bantuang dari Kalikut dan Jepara

1.3 Maluku Bergolak
Pada tahun 1529 terjadilah perang antara Portugis dengan Kerajaan Tidore. Portugis dibantu oleh Kerajaan Ternate dan Bacan sedangkan Kerajaan Tidore di bantu oleh Spanyol. Sultan Hairun dikhianati dan lalu dihukum mati. Itulah yang menyebabkan rakyat Tidore marah dan menyerang Portugis habis habisan

2. Perlawanan terhadap VOC

2.1 Maluku kembali angkat senjata
perlawanann terjadi di beberapa daerah seperti : daerah rakyat hiu, Ambon, Ternate, Jailolo dan sebagainya

2.2 Perlawanan Makassar ( Gowa )
VOC ingin menguasai perdagangan di Makassar untuk itu VOC mengusulkan hal berikut kepada Kerajaan Gowa :
a. Sultan Gowa bersama VOC menyerang Banda
b. Kerajaan Gowa hendaknya tidak menjual rempah rempah ke Portugis
c. Gowa dilarang membeli rampah rempah dari Portugis
karena tidak disetujui terjadilah perang antara VOC dengan Kerajaan Gowa yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin

2.3 Perlawanan Trunajaya
Kerajaan Mataram mengadakan perjanjian perdamaian dengana VOC. Isi perjanjian tersebut yaitu :
a. Mataram mengakui kekuasaan VOC di Batavia
b. Mataram boleh berdagang di seluruh Indonesia kecuali Maluku
c. VOC mengirim duta setiap tahun ke Kerajaan Mataram
d. Diadakan tukar menukar tawanan perang
karena Raja Amangkurat bertindak sewenang wenang terhapat rakyat terjadilah pemberontakan Trunajaya yang dipimpin oleh Pangeran Adipati Anom yang mendapat bantuan dari Makassar yang dipimpin oleh Karaeng Galesung.

3. Perlawanan terhadap Kolonial Belanda      

3.1 Perlawanan di Maluku
( Thomas Matulessy / Pattimura )
Perlawanan terjadi karena Belanda memaksa masyarakat menyerahkan berbagai macam hasil bumi. Pada malam hari tanggal 15 Mei 1817 para pemuda Saparua di bawah pimpinan Pattimura mereka mambakar kapal kapal di pelabuhan Belanda. Namun pada tanggal 16 Desember 1817 Pattimura dihukum gantung oleh Belanda

3.2 Perang Padri ( 1815-1837 )
 ( Tuanku Imam Bonjol )

perang ini tidak lepas dari pertentangan kaum adat dan kaum padri. Pertempuran terjadi karena Belanda menyuruh kaum adat dan padri untuk kerja rodi. Peperangan ini dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan mendapat bantuan dari Sentot Alibasah. Namun Tuanku Imam Bonjol diasingkan ke Cianjur 

3.3 Perang Diponegoro ( 1825 - 1830 )
Pangeran Diponegoro menggunakan taktik gerilya untuk menghadapi Belanda. Namun Belanda menggunakan siasat Benteng Stelsel sehingga Pangeran Diponegoro diasingkan ke Manado. Setelah itu Dipindahkan ke Makassar.
( Pangeran  Diponegoro )

3.4 Perang Jagaraga ( 1849 )
Kapal belanda terjebak di buleleng. sesuai hukum tawab karang, kapal itu menjadi milik kerajaan buleleng. lalu terjadilah peperangan dengan Belanda dibawah kepemimpinan Gusti Ketut Jelantik. Perang ini sering disebut dengan Perang puputan ( perang habis habisan ) namun Belanda memenangkan peperangan sehingga seluruh Bali dikuasai Belanda  

( Gusti Ketut Jelantik )
 

2 komentar:

  1. Anyeong haseyo~ Nice blog. Thanks banget dah share ini lumayan tambahan materi buat di rumah. XD. Kunjungi blog-ku, ya ... wefanfiction.blogspot.com. Gomawo, ne~

    BalasHapus